KHUTBAH PERTAMA
إِنَّ الْحَمْدَ لِلَّهِ، نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِينُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ، وَنَعُوذُ بِاللَّهِ مِنْ شُرُورِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا، مَنْ يَهْدِهِ اللَّهُ فَلَا مُضِلَّ لَهُ، وَمَنْ يُضْلِلْ فَلَا هَادِيَ لَهُ
وَأَشْهَدُ أَنْ لَا إِلٰهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ. اللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَىٰ نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ، وَعَلَىٰ آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِينَ.
أَمَّا بَعْدُ، فَيَا أَيُّهَا الْمُسْلِمُونَ، أُوصِيكُمْ وَنَفْسِي بِتَقْوَى اللَّهِ، فَقَدْ فَازَ الْمُتَّقُونَ. قَالَ اللهُ تَعَالَى فيِ الْقُرْآنِ الْكَرِيْمِ: ((يَا أَيُّهَا الَّذِيْنَ اَمَنُوا اتَّقُوا اللهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلاَ تَمُوْتُنَّ اِلاَّ وَأَنْتُمْ مُسْلِمُوْنَ)). ((يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَقُولُوا قَوْلًا سَدِيدًا. يُصْلِحْ لَكُمْ أَعْمَالَكُمْ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ وَمَنْ يُطِعِ اللَّهَ وَرَسُولَهُ فَقَدْ فَازَ فَوْزًا عَظِيمًا)).
Ma’asyiral muslimin rahimakumullah,
Marilah kita tingkatkan ketakwaan kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala dengan sebenar-benarnya takwa. Ketakwaan yang melahirkan kepedulian, persaudaraan, keberanian membela kebenaran, dan keistiqamahan dalam membela agama Allah.
Pada hari ini, kita berbicara tentang salah satu luka terbesar dunia Islam modern, yaitu peristiwa Nakbah Palestina. Kata “Nakbah” berarti “malapetaka besar” atau “bencana besar”. Istilah ini digunakan untuk menggambarkan tragedi tahun 1948 ketika ratusan ribu rakyat Palestina terusir dari tanah air mereka, kampung-kampung dihancurkan, rumah dirampas, dan tanah suci mereka diduduki secara paksa.
Palestina bukan sekadar isu politik. Palestina adalah bagian dari aqidah umat Islam. Di sana terdapat Masjid Al-Aqsa, kiblat pertama kaum muslimin, tanah para nabi, dan tempat Isra’ Mi’raj Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam.
Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:
﴿سُبْحَانَ الَّذِي أَسْرَىٰ بِعَبْدِهِ لَيْلًا مِنَ الْمَسْجِدِ الْحَرَامِ إِلَى الْمَسْجِدِ الْأَقْصَى الَّذِي بَارَكْنَا حَوْلَهُ﴾
“Maha Suci Allah yang telah memperjalankan hamba-Nya pada suatu malam dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsha yang telah Kami berkahi sekelilingnya.”
(QS. Al-Isra’: 1)
Ayat ini menunjukkan bahwa Palestina adalah negeri yang diberkahi Allah. Keberkahannya bukan hanya untuk bangsa tertentu, tetapi untuk umat manusia, khususnya umat Islam.
Ma’asyiral muslimin rahimakumullah,
Latar belakang Nakbah Palestina tidak terjadi secara tiba-tiba. Pada akhir abad ke-19 muncul gerakan Zionisme internasional yang bercita-cita mendirikan negara Yahudi di Palestina. Ketika Kesultanan Utsmaniyah melemah dan kemudian runtuh setelah Perang Dunia I, Palestina berada di bawah mandat Inggris.
Pada tahun 1917 muncul “Deklarasi Balfour”, yaitu dukungan pemerintah Inggris terhadap pembentukan tanah air Yahudi di Palestina. Sejak saat itu gelombang migrasi besar-besaran terjadi. Rakyat Palestina yang telah berabad-abad tinggal di tanah itu mulai mengalami tekanan, pengusiran, dan penjajahan.
Puncaknya terjadi pada tahun 1948 ketika entitas Israel diproklamasikan. Ratusan desa Palestina dihancurkan, rakyat dibantai, dan lebih dari 700 ribu warga Palestina menjadi pengungsi. Banyak keluarga tercerai-berai. Anak kehilangan orang tua. Ibu kehilangan anak-anaknya. Tanah, kebun, rumah, dan masjid dirampas.
Hingga hari ini, luka Nakbah belum berakhir.
Ma’asyiral muslimin rahimakumullah,
Apa dampak Nakbah terhadap dunia Islam?
Pertama, hilangnya tanah suci umat Islam dari kendali kaum muslimin.
Palestina memiliki kedudukan spiritual yang tinggi. Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
لَا تُشَدُّ الرِّحَالُ إِلَّا إِلَىٰ ثَلَاثَةِ مَسَاجِدَ: الْمَسْجِدِ الْحَرَامِ، وَمَسْجِدِي هٰذَا، وَالْمَسْجِدِ الْأَقْصَى
“Tidak boleh melakukan perjalanan khusus kecuali menuju tiga masjid: Masjidil Haram, masjidku ini, dan Masjidil Aqsha.” (HR. Bukhari dan Muslim)
Hadits ini menunjukkan kemuliaan Al-Aqsha di sisi Allah.
Kedua, munculnya penderitaan kemanusiaan yang panjang.
Sampai hari ini jutaan rakyat Palestina hidup sebagai pengungsi. Banyak yang tinggal di kamp-kamp sempit, hidup di bawah blokade, kekurangan makanan, air bersih, dan obat-obatan. Bahkan dunia menyaksikan berulang kali pembantaian terhadap warga sipil, perempuan, dan anak-anak.
Ketiga, Nakbah menjadi ujian persatuan umat Islam.
Peristiwa Palestina membuka pertanyaan besar: apakah umat Islam masih memiliki ukhuwah? Apakah penderitaan saudara seiman masih menggugah hati kita?
Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
مَثَلُ الْمُؤْمِنِينَ فِي تَوَادِّهِمْ وَتَرَاحُمِهِمْ وَتَعَاطُفِهِمْ، مَثَلُ الْجَسَدِ الْوَاحِدِ، إِذَا اشْتَكَىٰ مِنْهُ عُضْوٌ تَدَاعَىٰ لَهُ سَائِرُ الْجَسَدِ بِالسَّهَرِ وَالْحُمَّى
“Perumpamaan kaum mukminin dalam saling mencintai, menyayangi, dan mengasihi seperti satu tubuh. Jika satu anggota tubuh sakit, seluruh tubuh ikut merasakan demam dan tidak bisa tidur.” (HR. Muslim)
Maka ketika Gaza terluka, seharusnya hati kaum muslimin ikut terluka.
Ma’asyiral muslimin rahimakumullah,
Dalam sirah Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam kita belajar bahwa membela kaum tertindas adalah bagian dari ajaran Islam.
Rasulullah pernah mengalami pengusiran dari Makkah. Kaum muslimin pernah diboikot, disiksa, dan dizalimi. Tetapi Rasulullah tidak pernah mengajarkan keputusasaan. Beliau mengajarkan kesabaran, persatuan, penguatan iman, dan perjuangan yang bermartabat.
Lihatlah bagaimana Rasulullah mempersaudarakan kaum Muhajirin dan Anshar. Ketika kaum Muhajirin terusir dari kampung halaman mereka, kaum Anshar membuka rumah dan hati mereka.
Allah berfirman:
﴿وَيُؤْثِرُونَ عَلَىٰ أَنْفُسِهِمْ وَلَوْ كَانَ بِهِمْ خَصَاصَةٌ﴾
“Mereka mengutamakan orang lain atas diri mereka sendiri meskipun mereka juga memerlukan.”
(QS. Al-Hasyr: 9)
Ayat ini relevan untuk kondisi Palestina hari ini. Umat Islam harus menghadirkan solidaritas nyata, bukan sekadar simpati sesaat.
Ma’asyiral muslimin rahimakumullah,
Lalu apa sikap terbaik umat Islam?
Pertama, memperkuat iman dan kepedulian.
Jangan sampai hati kita mati terhadap penderitaan saudara seiman. Jangan menjadi umat yang hanya sibuk dengan urusan dunia sementara saudara kita dibantai dan ditindas.
Kedua, memperbanyak doa.
Doa adalah senjata orang beriman. Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
الدُّعَاءُ سِلَاحُ الْمُؤْمِنِ
“Doa adalah senjata orang mukmin.”
Doakan rakyat Palestina dalam sujud, qunut, dan munajat kita.
Ketiga, membantu dengan harta dan kemampuan yang dimiliki.
Allah berfirman:
﴿وَإِنِ اسْتَنْصَرُوكُمْ فِي الدِّينِ فَعَلَيْكُمُ النَّصْرُ﴾
“Jika mereka meminta pertolongan kepada kalian dalam urusan agama, maka kalian wajib menolongnya.”
(QS. Al-Anfal: 72)
Bantuan kemanusiaan, pendidikan, dakwah, media, dan advokasi adalah bagian dari perjuangan.
Keempat, menjaga persatuan umat.
Jangan menjadikan isu Palestina sebagai alat perpecahan. Palestina membutuhkan persatuan umat, bukan pertengkaran internal.
Kelima, mendidik generasi muda tentang Palestina dan Al-Aqsha.
Jangan biarkan generasi muslim lupa terhadap kiblat pertama mereka. Jangan sampai anak-anak muslim mengenal tokoh hiburan lebih banyak daripada mengenal sejarah Al-Aqsha.
Ma’asyiral muslimin rahimakumullah,
Sesungguhnya perjuangan Palestina bukan hanya perjuangan bangsa tertentu. Ia adalah perjuangan keadilan, kemanusiaan, dan kehormatan umat Islam.
Kita yakin bahwa kezaliman tidak akan abadi. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:
﴿وَلَا تَحْسَبَنَّ اللَّهَ غَافِلًا عَمَّا يَعْمَلُ الظَّالِمُونَ﴾
“Janganlah engkau mengira Allah lengah terhadap apa yang dilakukan orang-orang zalim.”
(QS. Ibrahim: 42)
بَارَكَ اللَّهُ لِي وَلَكُمْ فِي الْقُرْآنِ الْعَظِيمِ، وَنَفَعَنِي وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيهِ مِنَ الْآيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيمِ، أَقُولُ قَوْلِي هٰذَا وَأَسْتَغْفِرُ اللَّهَ الْعَظِيمَ لِي وَلَكُمْ وَلِسَائِرِ الْمُسْلِمِينَ، فَاسْتَغْفِرُوهُ إِنَّهُ هُوَ الْغَفُورُ الرَّحِيمُ.
KHUTBAH KEDUA
الْحَمْدُ لِلَّهِ حَمْدًا كَثِيرًا طَيِّبًا مُبَارَكًا فِيهِ كَمَا يُحِبُّ رَبُّنَا وَيَرْضَى، وَأَشْهَدُ أَنْ لَا إِلٰهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ. اللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَىٰ نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَىٰ آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِينَ.
أَمَّا بَعْدُ، فَيَا عِبَادَ اللَّهِ، اتَّقُوا اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ، وَلَا تَمُوتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُونَ.
Ma’asyiral muslimin rahimakumullah,
Palestina mengajarkan kepada kita bahwa umat yang lemah iman, lemah ilmu, dan terpecah belah akan mudah diinjak oleh musuh-musuhnya. Karena itu, pembelaan terhadap Palestina harus dimulai dengan memperbaiki diri kita sendiri.
Perkuat shalat kita. Didik keluarga kita dengan Islam. Bangun ukhuwah. Dukung dakwah. Perkuat ekonomi umat. Didik generasi muda dengan keberanian dan kecintaan kepada agama.
Jangan menjadi umat yang hanya pandai menangis di media sosial tetapi lemah dalam amal nyata.
Ingatlah firman Allah:
﴿إِنْ تَنْصُرُوا اللَّهَ يَنْصُرْكُمْ وَيُثَبِّتْ أَقْدَامَكُمْ﴾
“Jika kalian menolong agama Allah, niscaya Allah akan menolong kalian dan meneguhkan kedudukan kalian.” (QS. Muhammad: 7)
Mari jadikan tragedi Nakbah sebagai momentum kebangkitan iman dan persatuan umat Islam.
Doa
اَللَّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ، وَالْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ، اْلأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَاْلأَمْوَاتِ، إِنَّكَ سَمِيْعٌ قَرِيْبٌ مُجِيْبُ الدَّعَوَاتِ، وَيَا قَاضِيَ الْحَاجَاتِ.
اَللَّهُمَّ أَعِزَّ اْلإِسْلَامَ وَالْـمُسْلِمِين، وَأَذِلَّ الشِّرْكَ وَالْـمُشْرِكِيْن، وَدَمِّرْ أَعْدَاءَ الدِّيْن، وَاجْعَلْ هَذَا الْبَلَدَ آمِناً مُطْمَئِنّاً وَسَائِرَ بِلَادِ الْـمُسْلِمِيْن، بِرَحْمَتِكَ يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِيْن.
اَللَّهُمَّ فَرِّجْ هَمَّ الْـمَهْمُوْمِين، وَنَفِّسْ كَرْبَ الْمَكْرُوْبِين، وَاقْضِ الدَّيْنَ عَنَ الْـمَدِيْنِيْن، وَاشْفِ مَرْضَانَا وَمَرْضَى الْـمُسْلِمِين.
اَللَّهُمَّ آمِنَّا فِي أَوْطَانِنَا، وَأَصْلِحْ أَئْمَّتَنَا وَوُلَاةَ أَمْورِنَا، وَاجْعَلْ وِلَايَتَنَا فِيْمَنْ خَافَكَ وَاتَّقَاكَ يَا رَبَّ الْعَالَمِيْن.
اللَّهُمَّ انْصُرْ إِخْوَانَنَا فِي فِلَسْطِين، اللَّهُمَّ انْصُرْهُمْ نَصْرًا عَزِيزًا مُؤَزَّرًا.
اللَّهُمَّ احْفَظِ الْمَسْجِدَ الْأَقْصَى، وَارْفَعِ الظُّلْمَ وَالْعُدْوَانَ عَنْ أَهْلِ غَزَّةَ وَفِلَسْطِين.
اللَّهُمَّ أَطْعِمْ جَائِعَهُمْ، وَآمِنْ خَائِفَهُمْ، وَاشْفِ جَرِيحَهُمْ، وَارْحَمْ شُهَدَاءَهُمْ.
رَبَّنَا ظَلَمْنَا أَنْفُسَنَا وَإِنْ لَمْ تَغْفِرْ لَنَا وَتَرْحَمْنَا لَنَكُونَنَّ مِنَ الْخَاسِرِينَ.
رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ.
وَآخِرُ دَعْوَانَا أَنِ الْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِيْن.
عِبَادَ اللَّهِ، إِنَّ اللَّهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَالْإِحْسَانِ وَإِيتَاءِ ذِي الْقُرْبَىٰ وَيَنْهَىٰ عَنِ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ وَالْبَغْيِ، يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُونَ.
فَاذْكُرُوا اللَّهَ الْعَظِيمَ يَذْكُرْكُمْ، وَاشْكُرُوهُ عَلَىٰ نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ، وَلَذِكْرُ اللَّهِ أَكْبَرُ، وَاللَّهُ يَعْلَمُ مَا تَصْنَعُونَ.
Unduh format pdf di: https://drive.google.com/file/d/1vitmwUyiLzX522s5PLWxV_g7B3XplN6G/view?usp=drivesdk